Top 10 Film Horror Koleksi Gua!

Saya punya hubungan yang unik dengan genre horor. Pada mulanya, saya anak yang bersifat luar biasa penakut. Apabila ada adegan seram di TV, bahkan pada iklan yang sebenarnya memarodikan hal semacam itu, saya langsung keluar rumah (karena TV saya berada tepat di ruang tamu) dan menolak masuk hingga adegan tersebut selesai. Saya tidak sanggup menonton Di Sini Ada Setan di SCTV, dan saya sering sekali tak bisa tidur karena tidak bisa berhenti membayangkan hal-hal terburuk yang dapat terjadi pada saya di kamar seorang diri. Lalu, entah bagaimana, somewhere along the way, I fell in love with horror. Saya rasa ketakutan yang saya miliki ketika kecil membangkitkan rasa penasaran yang cukup besar karena saya, subsconciously, sepertinya ingin tahu apa yang sesungguhnya saya takutkan. Apa itu masuk akal? Saya pun menonton banyak sekali film horor, dan seiring terbiasanya saya dengan mereka, saya pun dapat menemukan kesenangan yang bisa muncul dari dalamnya. Horor pun menjadi genre favorit saya sehingga Anda akan mengerti betapa sulitnya daftar ini dibuat oleh saya. Apabila saya tidak malas, saya akan memilih lebih dari 10 film karena sesungguhnya, ada puluhan dan puluhan film horor yang pantas masuk di sini dan harus Anda tahu, tetapi, ya, mau bagaimana lagi? Saya cukup sibuk. Setelah konsiderasi yang cukup panjang dan melelahkan, akhirnya saya pun berhasil menyusun 10 Film Horor Terbaik berikut:


10. Rumah Dara - Mo Brothers (Cast: Julie Estelle, Ario Bayu). Sekelompok anak kuliahan menolong seorang wanita yang mengaku dirampok untuk kembali pulang. Budi baik mereka pun dibalas dengan makan malam di rumah sang wanita di mana mereka dibius dan dipotong satu per satu untuk pelanggan sekaligus makanan sehari-hari. Baik, saya akui salah satu faktor utama saya dalam memasukkan film ini ke dalam daftar adalah karena saya ingin ada setidaknya satu film Indonesia di sini. Namun, bukan berarti film ini tidak pantas juga untuk berada di sini. Rumah Dara mungkin memiliki formula cerita yang sangat biasa dan hasil akhirnya terlalu mengingatkan orang pada karya-karya horor lain yang lebih baik seperti The Texas Chain Saw Massacre (Tobe Hopper) atau Inside, film horor Prancis yang luar biasa bloody, tetapi dalam kancah perfilman Indonesia, Rumah Dara adalah film horor yang groundbreaking, yang inovatif, yang patut diingat karena berhasil membawa genre slasher ke pasaran mainstream. Indonesia mungkin punya juga film slasher lain seperti Srigala (dibintangi Barry Prima dan Lidya Kandau), Psikopat, atau Air Terjun Pengantin, tetapi hanya Rumah Dara yang memiliki niat sungguhan dan kepedulian dari para pembuatnya di antara mereka. Kita dapat melihat betapa tulusnya kecintaan The Mo Brothers pada genre slasher dalam film ini. Tak hanya itu, film ini juga berhasil meng-establish Julie Estelle sebagai Scream Queen Indonesia serta Shareefa Daanish sebagai sosok yang berhasil memberikan dampak yang serupa dengan Suzanna di perfilman horor Indonesia pada tahun '80-an.


9. A Nightmare on Elm Street - Wes Craven (Cast: Heather Langenkamp, Robert Englund). Freddy Krueger, seorang pembantai anak kecil dengan fedora, sweater hijau-merah, dan jari tangan berpisau menguntit sekumpulan remaja Elm St. di alam mimpi mereka dan membunuh mereka satu per satu. ANoES unggul dibandingkan slasher lain karena premisnya yang orisinil, unik, dan sesungguhnya menakutkan. Tidur seharusnya menjadi sesuatu yang dapat menenangkanmu, yang mengistirahatkanmu, yang membuatmu kabur dari kejamnya dunia nyata barang sejenak saja, tetapi bagi remaja-remaja di sini, tidur justru menjadi musuh bebuyutanmu. Aspek ini memberikan elemen suspense yang kuat di sepanjang film karena menghindari tidur sungguh adalah hal yang mustahil. Tak hanya itu, adegan-adegan mimpi serta kematian-kematian tokoh-tokoh di film ini pun amat kreatif dan inovatif. Johnny Depp, dalam peran pertamanya sebagai Glenn, tersedot ke dalam kasurnya ketika tak sengaja tertidur dan keluar dalam bentuk geyser darah yang membanjiri seluruh kamarnya sementara ibunya hanya bisa menjerit-jerit ketakutan. Aktingnya bisa lebih baik lagi, saya akui, namun bahkan dengan kekurangan ini, Heather Langenkamp memberikan kita heroine yang tangguh, cerdas, dan menyenangkan dalam sosok Nancy Thompson.


8. Poltergeist - Tobe Hooper (Cast: Craig T. Nelson, JoBeth Williams). Untuk entry yang ini, saya mencari sesuatu yang dapat ditonton bersama, baik teman apalagi keluarga mengingat betapa jarangnya film semacam itu dalam genre ini. Poltergeist adalah jawabannya. Ditulis oleh Steven Spielberg dan disutradarai oleh Tobe Hooper (The Texas Chain Saw Massacre), Poltergeist menceritakan sebuah keluarga yang diganggu oleh makhluk-makhluk gaib di rumah mereka. Pada mulanya, para makhluk gaib tersebut terkesan harmless, tetapi setelah anggota termuda keluarga merkea "diculik" ke dunia lain, sesuatu pun harus dilakukan untuk mengembalikannya kembali ke pangkuan mereka. Poltergeist, despite elemen "dapat ditonton bersama keluarga" seperti yang saya sebutkan sebelumnya, memiliki beberapa adegan yang, bagi seseorang yang tak terbiasa dengan film horor, cukup menakutkan (adegan boneka badut, adegan mencomot-comot kulit di wastafel, dan lain-lain). Poltergeist juga memiliki cerita yang bagus dengan perkembangan plot yang pas. Aktingnya lebih dari memadai, baik dari tokoh utama seperti pasutri Feeling, maupun tokoh pendukung seperti cenayang Dr. Lesh (apakah cenayang apabila seorang dokter, omong-omong?). Heather O'Rourke, pemeran korban penculikan para makhluk gaib itu, juga amat menggemaskan di sini.


7. Final Destination - James Wong (Cast: Devon Sawa, Ali Larter). Film ini juga memiliki ide yang segar dan orisinil. Menjadikan kematian sebagai antagonis utama dalam sebuah film horor adalah keputusan yang cukup jenius. Saya rasa saya tak perlu lagi menceritakan plot film ini, ya mengingat betapa terkenalnya seri ini di pasaran. Devon Sawa menjadi tokoh utama penerima penglihatan yang paling bagus di antara tokoh sama di entry lainnya dalam seri ini. Ketegangan film ini juga terjaga terus menerus dan jarang turun. Menonton film ini pun menjadi sama seperti duduk di kursi roller coaster (yang cukup ironis mengingat film ketiganya terpusat pada kecelakaan di situ), dan satu-satunya kekurangan film ini mungkin hanya tendensinya untuk menjadi sangat serius di beberapa bagian, sesuatu yang tidak hadir di sekuelnya yang sepertinya sudah lebih paham tone seperti apa seri ini sesungguhnya (film ketiga kurang lebih memiliki tone yang sempurna namun dengan cerita yang sayangnya sangat biasa). Akan tetapi, tak dapat dipungkiri juga, film ini adalah salah satu yang terbaik dalam serinya (saya masih belum bisa memutuskan apakah ini atau Final Destination 2).


6. Ringu - Hideo Nakata (Cast: Nanako Matsushima). Satu video. Satu minggu untuk mengungkapnya. Film ini sangat menyeramkan, disturbing, dan membuat merinding. Adegan klimaks di mana Sadako merangkak keluar dari TV akan terus menetap di otak kita selama berbulan-bulan. Good job, Sadako!


5. The Silence of the Lambs - Jonathan Demme (Cast: Anthony Hopkins, Jodie Foster). Siapa tak kenal Hannibal Lecter? Pembunuh gila kanibal yang sangat jenius. Sosoknya rapi dan dia sangat sopan. Dia satu-satunya pembunuh yang saya sukai dari film. Jodie Foster yang berperan sebagai Agen FBI di film ini juga sangat menjanjikan.



4. Psycho - Alfred Hitchcock (Cast: Janet Leigh, Anthony Perkins). Alfred Hitchcock membuat Ibu dari film bergenre slasher. Berdasarkan novel karya Robert Bloch, film thriller ini mampu membuat setiap orang yang menontonnya takut mandi di shower. Film ini sempurna, akting yang sangat bagus ditambah musik yang tak bisa dilupakan karya Bernard Hermann.


TOP 3

3. Scream - Wes Craven (Cast: Neve Campbell, Drew Barrymore). Lagi-lagi Wes Craven. Film ini membangkitkan lagi industri film bergenre slasher di tahun '90-an. Ditulis Kevin Williamson, cerita film ini menyeramkan dan sekaligus sangat lucu. Ada beberapa scene yang membuat saya bergidik, terutama opening dari film ini dengan Drew Barrymore yang sangat sulit untuk dilupakan.



2. The Exorcist - William Friedkin (Cast: Ellen Burstyn, Linda Blair). Seorang gadis belia berusia 12 tahun kesurupan setan dari neraka. Kira-kira begitu garis besar dari film ini. The Exorcist diangkat dari novel karya William Peter Blatty, mengangkat tema religius dan horor. Film ini menyeramkan, mengganggu, dan membuat bulu kuduk berdiri. Gadis serapuh itu dirasuki setan yang membuatnya melakukan hal-hal yang sangat berbahaya, bahkan sampai memutar kepalanya 360 derajat.



1. The Shining - Stanley Kubrick (Cast: Jack Nicholson). Film yang diangkat dari salah satu masterpice karya Stephen King ini patut diacungi jempol. Penampilan Jack Nocholson, seorang ayah yang menjadi gila mendekati sempurna. Sinematografinya, settingnya, semuanya brillian! Apalagi dipadu dengan musik yang menurut saya salah satu soundtrack paling sick dan disturbing. Stanley Kubrick memang benar-benar seorang brillian!

Kurnia Cahya Putra

A self-proclaimed movie geek.

1 komentar:

  1. the shining tuh sama kayak film thailand yang alone ga sih? tentang anak kembar gitu? (nanya dulu sebelum nonton)

    BalasHapus