Review: Piranha 3D (2010)

Epitome Film B

oleh Kurnia Cahya Putra


Piranha 3D (2010)
Disutradari Alexandre Aja
Dibintangi Elisabeth Shue, Christopher Llyod, Jerry O'Connel
Pruduksi Dimension Films


Alexandre Aja memberi kita banyak film-film horor berkualitas kayak High Tension, remake-nya The Hills Have Eyes, sama Mirrors. Kali ini sutradara dari Perancis ini ngasih kita Piranha, remake dari film berjudul sama beberapa tahun silam. Piranha dimulai dengan orang lokal (kameo dari bintang Jaws, Richard Dreyfuss) yang sedang memancing di danau. Gempa kecil terjadi dan tanpa sepengetahuannya membelah dasar danau dan melepas piranha-piranha ganas yang selamat setelah berjuta-juta tahun yang langsung menyantapnya dengan cepat. Kejadian ini berlangsung bersamaan dengan liburan musim semi, di mana anak-anak kuliah dan SMA paling ramai mengunjungi Danau Victoria.

Polisi setempat yang dipimpin Julie Forester (Shue) harus dapat mencegah warganya memasuki danau, sementara anaknya Jake (Steven R. McQueen) yang kabur dari tugasnya untuk menjaga adik-adiknya di rumah untuk membantu seorang sutradara (O'Connel) merekam film porno juga harus berurusan dengan ikan-ikan pemangsa ganas ini.

Gua suka banget film ini. Ini film konyol, tapi pembuatnya gak muna dan tau itu. Mereka gak cuma asal-asalan bikin film konyol, mereka bikin dengan serius. Sepanjang film gua gak pernah sekalipun ngerasa bosan. Semua adegan bener-bener seru dan gak cuma ada gitu aja buat medetin film yang plotnya emang dikit ini. Otak kita gak perlu susah-susah dipasang buat nyerna film sepanjang 90 menit ini. Kita cuma tinggal duduk tenang, nonton,  dan nikmatin perjalanan yang emang asik banget.

Piranha itu sebuah perjalanan wahana rollercoaster yang asik abis. Film ini tentang darah dan buah dada. Dan sadisnya di sini gak nanggung, darah, bagian tubuh, jeroan kepotong di sana-sini, air danau jadi merah dan orang-orang mulai panik. Emang, ini bukan film monster sekaliber Jaws yang bikin gua bergidik dan takut ke laut, tapi untuk urusan horor, gua rasa cukuplah memuaskan gore lovers di mana-mana.

Piranha juga dipenuhi sama... buah dada. Yep, literally buah dada. Karena beberapa pemain di sini emang aktor film biru. They're bouncing around the way Farah Quinn's does when she delivers her meals to the camera (tolong jangan nge-quote kalimat barusan). This is it, guys! Darah, kesadisan, buah dada. Apa lagi yang bisa diminta? Gua terkikik waktu di bagian "balet" dalam air. Walau begitu, adegan tadi difilmkan dengan indah dan gak neko-neko.

Film ini juga dipenuhi adegan yang sukses bikin gua nempel di tempat gua nonton. Apalagi di setengah bagian akhir film yang emang tegang abis. Khususnya di adegan pembunuhan berantai di danau yang dipenuhi remaja-remaja idiot yang nggak mau dengerin peringatan dari kepolisian setempat dan masuk ke danau. Semua orang langsung dimangsa beribu-ribu piranha ganas sementara Julie dan anggota kepolisian lainnya dengan putus asa mencoba menolong mereka. Air danau langsung berubah merah, orang-orang berteriak sambil mencoba ngangkat badan mereka yang tercabik-cabik ke perahu, sementara yang lain mati dengan cara yang sadis dan gak manusiawi. Dan itu di saat yang bersamaan seru dan tegang abis.

Emang sih gak ada yang bakal menang Oscar dari film ini, tapi semua pemain ngelakuin peran mereka dengan baik. Apalagi kita dapet kameo yang keren dari Christopher Llyod (Doc Brown di Back to the Future) sebagai ilmuwan ikan tua yang eksentrik dan Richard Dreyfuss walaupun adegan mereka pendek banget. Jerry O'Connel yang meranin sutradara film porno juga kocak di sini.

Mungkin kecacatan film Piranha adalah salah satu adegan di bagian akhir waktu Julie dateng menolong anaknya, Jake dan adik-adiknya yang perahunya mulai tenggelam. Dia membuat jalan dengan tali yang menghubungkan kapalnya dan kapal anaknya, dan bukannya anaknya buru-buru merayap di tali ke perahu Julie, Julie malah buang-buang waktu buat ke kapal anaknya, ngobrol panjang, dan nyoba--gagal pula--untuk nyelametin Kelly, pacarnya Jake yang kejebak di dasar kapal. Akhirnya anggota perahu Jake mulai merayap di tali, dengan tololnya bersamaan, bikin talinya semakin berat dan piranha yang berenang-renang di bawah berhasil jangkau si Kelly Brook dan wanita terseksi di film itupun jadi mati mengenaskan. Bagian dari film itu satu-satunya bagian yang emang bego banget, sayang, padahal bisa lebih baik lagi.

All in all, Piranha adalah film yang bagus. Jujur. Nggak kayak film Indonesia yang putus asa banget buat nyoba nyontek film ini. Jenglot *uhuk* Pantai *uhuk* Selatan.

Kurnia Cahya Putra

A self-proclaimed movie geek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar