Review: The Kids Are All Right (2010)

The Kids Are All Right (2011)
Disurradarai Lisa Cholodenko
Dibintangi Julianne Moore, Annette Bening, Mark Ruffalo
Produksi Focus Features

"I just wish you were gay, you'd be much more sensitive." -Jules


Nic (Annette Bening) dan Jules (Julianne Moore) adalah sepasang lesbian yang sudah memiliki keluarga. Mereka mempunyai dua anak, Joni (si cantik Mia Wasikowska) yang baru saja lulus SMA dan akan pergi kuliah dalam waktu yang dekat dan Laser (Josh Hutcherson)--ngomong-ngomong, siapa yang namain anaknya Laser? adiknya yang berusia 15. Keluarga mereka baik-baik saja. Nic dan Jules memiliki hubungan yang baik, dan semuanya normal sampai kedua kakak beradik ini memutuskan untuk bertemu dengan ayah kandung mereka yang mendonorkan sperma, Paul (Mark Ruffalo).

Setelah makan siang yang berjalan dengan baik, Paul semakin dekat dengan anak-anaknya dan bahkan mulai menjalin hubungan dengan Jules sampai-sampai Nic depresi dan terus mabuk-mabukan karena merasa keluarganya mulai dirampas darinya. Keadaan tidak berjalan semulus yang dikira, dan semua menjadi pilihan mereka sendiri untuk tetap mejaga keluarga ini utuh atau tidak.

Annette Bening merupakan aktris yang benar-benar berbakat. Dibuktikan pertama kali di film American Beauty dengan memainkan seorang ibu rumah tangga yang pemarah, gua selalu memuji-muji peran yang ia mainkan. Di sini dia bermain dengan baik sebagai Nic, kepala keluarga yang perfeksionis dan suka memaksa. Dan lu nggak akan bisa bantah dia berakting dengan baik di sini. Julianne Moore dengan kecantikannya yang natural juga nggak buruk. Dan dari dua anak di sini, Mia yang terbaik. Sebagai aktor yang relatif muda dan masih baru, dia bisa nunjukkin emosi dengan baik kayak pas adegan di akhir.

The Kids Are All Right buat gua bukan film buat material piala Oscar. Ini film drama yang cukup bagus dan dewasa, lebih baik dari beberapa film drama lain yang rilis. Ceritanya menarik dikemas sama karakter yang juga menarik. Mungkin nggak sama karakter Bening yang terlalu maksa dan ngontrol. Dan tanpa jatuh ke stereotipe film ini sukses menampilkan keluarga biasa yang mirip sama gimana dua karakter heteroseksual biasa sudah menjalani pernikahan selama 20 tahun.

Masalah dan konflik yang muncul nggak klise dan masuk akal. Cukup membuat penonton duduk di tempat tanpa ngerasa bosen sama sekali karena kita akan selalu pengen tau bagaimana semua ujung dari konflik ini diselesaikan, seenngaknya buat gua. Mark Ruffalo memerankan semacam "penjahat"-nya di sini, walaupun karakternya emang nggak punya tujuan yang buruk tapi emang dia karakter yang punya kecacatan. Dan bisa dibilang, dia cukup bagus. Malahan kayaknya dia yang paling pantes mendapat simpati di akhir cerita.

Masalah gua dari film ini adalah adegan-adegan dewasa yang terlalu eksplisit dan nggak perlu sama sekali. Buat gua untuk sebuah film drama, apalagi tentang keluarga, kita kayak dimbombardir dengan imagi seksual yang nggak guna. Kalo adegan itu dipangkas, atau diminimalisir gua yakin film ini bakal jauh lebih baik karena The Kids Are All Right adalah film drama dan komedi yang lumayan.

Kurnia Cahya Putra

A self-proclaimed movie geek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar