Skip to main content

Cerpen Kurnia - Wartel

Wartel

Puspa membuka ponsel lipatnya. Pemberitahuan “low batterry” muncul memenuhi seluruh layar. Puspa mengumpat kecil. “Tai.”
Dia menoleh ke kanan-kiri. Cuma ada hembusan angin dan suara yang begitu monoton dari dedaunan kering yang menggesek aspal. Mana Ibunya? Dia seharusnya menjemput Puspa hari ini. Ah, bete!
Puspa melangkah di sepanjang trotoar di samping sekolahnya. Dia melihat sekeliling dan menemukan satu wartel. Kecil dan sepi. Puspa berpikir sejenak sebelum akhirnya melangkah masuk.
Sebuah wartel yang penat dan panas. Puspa langsung saja masuk ke bilik yang sepi. Dia menarik napas panjang sebelum akhirnya mengangkat gagang telepon dan menekan nomor Ibunya.
“Assalamualaikum?”
“Waalaikumsalam.” Suara seorang wanita. Entah siapa, Puspa tak kenal. “Mamski?”
“Siapa?”
“Apa ini rumah Ibu Sadih?”
“Maaf salah sambung.”
“Oh, sori.” Kata Puspa. Dia melepas tawa kecil. “Memangnya ada apa?” Tanya wanita di seberang. “Nggak, ini ibu saya belum jemput.” Suara wanita itu begitu dingin. “Oh, begitu.”
“Maaf, ya, tan.”
“Nama kamu siapa, nak?” Kata wanita itu tiba-tiba. Puspa berpikir sejenak. Dia tak mengenal wanita ini. “Ayu, tante.”
“Kamu sekolah di mana?”
“Kalang Kabut.”
“Kalo tante yang jemput mau?” Puspa menggaruk kepalanya. “Waduh, nggak ngerepotin, tan?”
“Ya, enggaklah.”
“B... boleh, lah.”
“OK, kamu di mana sekarang?”
“Wartel samping sekolah.” Kata Puspa. Hening, tiba-tiba semuanya menjadi hening. Seakan dunia terhenti beberapa saat. Dan ketika itu kekehan wanita di seberang terdengar lagi.
“Sama, dong kayak tante. Liat aja ke atas.”
Puspa mengadahkan kepalanya. Seorang wanita padanya tersenyum di langit-langit.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review: Goeboek Bamboe

Goeboek Bambu is a nice place, one that I would visit again, and one that I would recommend to my friends. I had luch there with my family last Saturday and I can say that I had a pretty good time. It is located in Jl. Mampang Sawangan No. 12A, and its phone number is (021)77219230. First of all, the price is quite reasonable. There is no such thing as Rp.12.000,- mineral water or Rp.6000,- rice. Furthermore, my parents classified it as "average", and as a college student who is still pretty much living off of his parents, I would say so, too. Second, the food here is quite tasty. Speaking of which, here are some that we ordered: Ayam Mentega Cah Kangkung Ayam Bakar Udang Tepung Nasi Goreng Seafood By the way, eventhough each member of my family picked just one food and one drink, I still got to taste all of them since I told them it was for homework. I chose ayam mentega and avocado juice myself. They are pretty good. The chicken is nice and the avocado has the perfect densi

Daftar Penerbit yang Menerima Naskah Melalui E-Mail

Bagi para penulis muda, salah satu proses krusial supaya tulisan kita bisa diterbitin dan kita berkemungkinan jadi kaya raya bergelimpangan harta adalah mengirimkan naskah ke penerbit. Sayangnya, cuma sedikit penerbit yang mau nerima naskah lewat surel. Hal ini karena para editor lebih mudah nyortir dan baca naskah kita dalam bentuk padat. Bagi kalian yang ngerasa repot harus beli tinta, nge- print-out  naskah ratusan halaman, ngejilid, masukin ke amplop, terus kirim lewat kantor pos, belum lagi ngorbanin pohon-pohon buat dijadiin kertas (ea) ini beberapa penerbit yang bersedia nerima naskah lewat e-mail; Bentang Pustaka Bentang lumayan terkenal nih, penerbit ini kalo nggak salah nerbitin bukunya Dan Brown kayak Da Vinci Code sama Angels and Demons. Kalo salah, mohon maaf, ye. Mereka juga nerima naskah lewat surel. Ada dua kategori, Bentang Pustaka buat naskah umum/dewasa, dan Bentang Belia buat naskah anak/remaja. Ketentuan-ketentuannya bisa dibaca di sini; http://pustakabentang.blogs

Tipe Anak SMA

Oke, jadi tadi malem gua baru aja nonton sebuah film berdurasi 97 menit karya John Hughes yang dibintangi Judd Nelson sama Molly Ringwald. Singkatnya film itu nyeritain gimana lima orang remaja bertolak belakang ngumpul di suatu Sabtu di perpustakaan karena mereka harus dihukum. Guru mereka nyuruh mereka nulis essay masing-masing tentang pendapat mereka tentang diri mereka sendiri. Sepanjang film itu, kita cuma ditontonin kelima remaja ini ngomong dan berinteraksi. Setiap orang mewakili setiap stereotipe dari grup mereka. Ada seorang cewek populer, anak pinter, anak kriminal, anak atlit, dan anak yang pendiem. the criminal, the athlete, the brain, the basket case, the princess, the brain; which one are you? Dan gua bisa bilang, setelah ada Apa Dengan Cinta?, The Breakfast Club mungkin salah satu film remaja terbaik yang gua tonton. Meskipun gua gak tinggal di Amerika, film ini dengan akuratnya memotret kehidupan remaja dan berbagai macam geng dan klub sosial tanpa komitmen yang berlang